terkini

Selasa, 03 Juli 2018, Juli 03, 2018 WIB Last Updated 2020-02-02T13:55:16Z


PERIKSA  PASUKAN : Bupati Kab Sergai Ir H Soekirman, pada saat Periksa Pasukan di Lapangan Apel Mapolres Kab setempat, dalam Apel Gelar Pasukan Ops Ketupat Tahun 2018, Rabu (06 /-06) 23018.

DakriNews.com – Sei Rampah.
Bupati Kabupaten Serdang Bedagai (Kab Sergai) Ir H Soekirman, bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup), dan Perwira  Upacara   AKP Selamat, serta Komandan Upacara Ipda Adi Sujendal, dalam Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Tahun 2018, di Lapangan Markas Polisi Resort (Mapolres) Kab setempat, Rabu (06 /06) 2018.

Acara tersebut di hadiri oleh Bupati Kab Sergai Ir H Soekirman, Kapolres Kab setempat AKBP Juliarman Eka Pasaribu S Sos, SIK M Si, beserta jajarannya, para Kepala Organisasi Pimpinan Daerah (OPD), unsur TNI, Satpol PP, para Tenaga Medis, Damkar, Tagana, Pramuka, Senkom, serta unsur warga masyarakat.
Ir H Soekirman, membacakan amanat tertulis dari Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Tito Karnavian, Assalamualaikum Wr Wb, Salam sejahtera bagi kita sekalian , Shalom, Om Swastiastu, Namao Buddhaya, Salam Kebajikan.Yang saya hormati segenap unsur Pimpinan Daerah beserta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD), para Pejabat Instansi Sipil dan TNI /Polri beserta jajarannya, para Tamu undangan serta para peserta Apel Gelar Pasukan yang saya banggakan.
 Marilah kita mengucapkan Puji dan Syukur ke Hadirat Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa, karna atas Limpahan  Rahmatnyadan Hidayahnya, kita masih di berikan kesempatan kesehatan, dan kekuatan, untuk hadir pada acara Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Tahun 2018 ini.
Sebagai salah satu Operasi Kepolisian Terpusat.Operasi Ketupat Tahun 2018 di selenggarakan secara serentak di seluruh Polisi Daerah (Polda) dan jajarannya selama 18 Hari mulai Tanggal 07 s /d 24 Bulan Juni Tahun 2018.
Operasi ini melibatkan 173.397 Personil Pengaman Gabungan yang terdiri dari unsur TNI / Polri, Pemda, serta stakeholders terkait serta elemen warga masyarakat lainnya.
Rencana Operasi ini di susun melalui  serangkaian evaluasi terhadap Pelaksanaan Operasi Ramadniya pada Tahun 2017, disertai Analisa Potensi Gangguan Kamtibmasdi Tahun 2018.
Sehingga  pada pelaksanaan Operasi Tahun ini setidaknya terdapat empat (4) Potensi Kerawanan yang harus di waspadai bersama.
Potensi kerawanan yang pertama adalah stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan.Pada Tahun 2017yang lalu secara umum Stabilitas harga pangan dapat terjaga dan tidak terjadi kelangkaan bahan pangan.
Hal tersebut dapat di wujudkan berkat kerjasama dari semua Instansi terkait seperti Kementerian Pertanian, Perdagangan, Bulog, Komisi Pengawas  Persaingan Usaha (KPPU),mau pun  Satgas Pangan Polri.
Pada Tahun ini potensi permasalahan masih berkisar pada masalah Distribusi Pangan, Upaya Peninbunan oleh Kelompok Kartel / Mafia Pangan, mau pun Perilaku Negatif para Pelaku Usaha. Yang menaikkan harga di atas harga yang sudah di tetapkan.Oleh sebab itu di perlukan kerja sama dean langkah Proaktif dan setakeholders terkait guna mengatasi hal tersebut.
Potensi kerawanan yang kedua adalah permasalahan kelancaran dan keselamatan arus mudik dan arus balik. Dari hasil survey Jalan yang di laksanakan oleh Korlantas Polri bersama  Kementerian Perhubungan, Pekerjaan Umum, Kesehatan, mau pun Dinas Jasa Marga, dan Pertamina, mendapati sekurangnya terdapat Enam (06) Lokasi  Rawan Macet   pada Jalur Utama Mudik Lebaran.
Sehubungan dengan hal tersebut, saya memberikan penekanan kepada seluruh Personil terutama titik Rawan Macet dan Titik Rawan Kecelakaan, agar  benar – benar melakukan pemantauan secara cermat.
Berbagai Strategi bertindak yang telah di tetapkan agar di ikuti dengan baik.Optimalkan Pelayanan pada 3.097 Pos Pengam,an, 1.112 Pos Pelayanan, 7 Pos Terpadu, serta 12 Pos Check Point yang di gelar selama Penyelenggaraan Operasi.
Potensi Kerawanan yang ke Tiga (3) yang juga harus diantisipasi adalah Potensi Bencana Alam dan Gangguan Kamtibmas lainnya, seperti Curat, Curas, Curanmor, Copet,Pemcurian, Rumah Kosong, Begal dan Hipnotis.
Untuk itu para Kasatwil di harapkan dapat mengambil langkah Preventifyang di perlukan sehingga dapat menekan Potensi yang ada.Saya berharap agar seluruh Kasatwil dapat terus menerus berkoordinasi dengan pihak Basarnas, BMKG, dan para pihak terlait lain nya dalam upaya mengantisipasi  dan mewaspadai Potensi Bencana Alam.
Potensi Kerawanan yang ke Empat (4) adalah Ancaman Tindak Pidana Terorisme.Guna mengantisipasi potensi aksi Terorisme, saya menekankan kepada seluruh Kasatwil untuk terus meningkatkan kegiatan deteksi Intelijen yang diimbangi dengan upaya Penegakan Hukum Secara Tegas (Preemtif Strike) , melalui Optimalisasi peran Satgas Anti Teror di Seluruh Polda  jajarannya .
Di samping itu Pengamanan Tempat Ibadah, Pusat Keramaian Mako Polri, serta Aspek keselamatan Personil pada  objek – objek tersebut dan laksanakan pendampingan personil pengaman oleh Personil Bersenjata (Buddy Sistem).
Khususnya dalam mewujudkan Keamanan Secara Umum, saya perintahkan kepasda seluruh Jajaran unutuk terus menerus meningkatkan kerja sama dengan rekan – rekan TNI serta Stakeholders terkait lainnya.
Hadirin dan para Peserta Apel Gelar Pasukan Yang Saya Hormati, sebelum mengakhiri amanat ini selaku Pimpinan Polri , Saya ucapkan terima kasih dan menyampaikan Apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam penyelenggaraan “Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Tahun 2018” ini. Semoga Pengabdian yang dilaksanakan dengan penuh keihklasan di Bulan Rmadhan yang penuh berkah ini dapat menjadi sebuah amal Ibadah di hadapan Tuhan Yang Maha Esa. (Es).   


Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar

Terkini

Iklan