GENERASI NEWS

Kategori

Satreskrim Polres Langkat Tak Mampu Mengungkap Kasus Pengrusakan Rumah

Pelaku aksi pengkerusakan rumah tiga (3) pintu (unit) milik Bambang Hermanto (37) warga Lingkungan XI Wiski Rejo Kelurahan Kwala Binge Kabupaten Langkat masih bebas berkeliaran di Langkat, Polisi belum melakukan penangkapan kepada para pelaku Sumadi dkk atas perintah seorang pengusaha, Mulyadi.

Sudah sebulan kasus yang menimpa Bambang Hermanto belum juga membuahkan hasil penyidikan untuk mentersangkakan Sumadi dan Mulyadi, hal itu masih dalam proses penyidikan karena dalam prosesnya Penyidik menemukan fakta baru.

"Kami belum bisa langsung menangkap orang, masih perlu kami sidik dulu karena ada fakta baru yang kami temukan" ujar Kasat Reskrim Polres Langkat, AKP Teuku Fathir Mustafa, Kamis (2/4/20) diruangannya.
Disinggung dengan tempo waktu laporan korban Bambang Hermanto pada tanggal 28 Februari 2020 lalu, Fathir menyebut ada skala prioritas penanganan perkara yang terlebih dahulu harus di proses.

"Contohnya, bila ada kasus pemerkosaan atau pelecehan seksual terhadap anak dibawah umur dan ada kasus pengkerusakan, mana yang terlebih dulu di proses? tentu perkara pelecehan kan" ujarnya memberi penjelasan.

Tak ingin di tanya panjang lebar, Fathir menyudahi keterangannya tatkala disinggung bagaimana dampak yang terjadi kepada kedua anak dan istri Bambang Hermanto yang akhirnya menderita karena perbuatan para pelaku yang telah merobohkan bangunan rumah tempat tinggal dan kios tempat Bambang mencari nafkah memenuhi kebutuhan keluarga dari usahanya yang bergerak dibidang mesin mobil (Bengkel).

Sementara sebelumnya  belasan orang melakukan pengkerusakan rumah tempat tinggal sekaligus rumah tempat usaha bengkel dan pusat pelatihan mesin mobil milik Bambang Hermanto di rusak dan dirobohkan hingga nyaris rata dengan tanah, Rabu (28/2/20) bahkan tak tangung- tanggung tindakan anarkis para pelaku terus berlanjut sampai rumah 3 unit yang dibangun Bambang sejak tahun 2012 telah berubah wujud menjadi Ruko 3 unit yang dikuasai seorang pengusaha, Mulayadi untuk di jual.

Aksi pelaku, Sumadi warga Jl Kapten Piere Tendean Kelurahan Sidomulyo kecamatan Stabat Kabupaten Stabat atas dasar perintah Mulyadi terus berlanjut meski Bambang Hermanto  telah melaporkan tindakan para pesuruh Mulyadi yang tak ubahnya seperti preman itu ke Polres Langkat dengan Nomor :LP /P/141/ B/2020/SU/LKT, namun meski sudah di laporkan, Aksi pengkerusakan hingga merobohkan seluruh bangunan tak terhalang oleh tindakan aparat penegak hukum, bahkan sebagian besar barang- barang perbengkelan dan mesin praktik latihan mesin mobil tak bisa diselamatkan oleh korban karena dihalau dan diancam para pelaku.
Selain telah kehilangan rumah tempat tinggal, Bambang yang telah diakui sebagai mekanik handal di bidang mesin mobil oleh Pemkab Langkat juga telah kehilangan  tempat usaha dalam menghidupi kedua anak yang masih belia dan istrinya turut mengalami penderitaan hingga harus menerima kenyataan pahit yang mengharuskan mereka sempat tidur beberapa hari di dalam mesjid yang terletak di sekitar tempat tinggalnya.

Kejadian yang membuat miris ini telah diketahui warga sekitar namun apa daya masyarakat tak kuasa membantu Bambang Hermanto karena takut terimbas berurusan dengan para pelaku yang berwatak preman itu.
Meski begitu, saat kejadian beberapa saksi telah memberi kesaksian terhadap tindakan para pelaku untuk membantu korban, namun kesaksian para saksi kepada penyidik tak mampu menggerakkan prinsip hukum kepada para pelaku.
Sebulan perkara tidak berjalan, hingga pada  25 Maret 2020, atas perintah Kapolda Sumatera Utara, Kanit Intel Polres Langkat, Aiptu Widayat bersama tim melakukan gelar perkara kasus pengkerusakan rumah milik Bambang Hermanto setelah adanya pemberitaan media pab-indonesia.co.id sebelumnya.
Dalam gelar perkara itu, Aiptu Widayat telah menerima keterangan langsung dari korban pengkerusakan, Bambang Hermanto.
Namun pada Selasa (31/2/20), Kasat Reskrim Polres Langkat AKP Teuku Fathir Mustafa melalui KBO Reskrim, Renaldi Simamora didampingi Juper Deki Surbakri mengatakan pihaknya masih melakukan Lidik terhadap kasus tersebut.
" Kami masih meminta keterangan para saksi" ujar Renaldi.

Previous
« Prev Post

Contact Form

Name

Email *

Message *