terkini

Alamak ! Direktur PalmCo Diminta Copot Asisten Soal Menerima TBS Mentah

Kamis, 05 Februari 2026, Februari 05, 2026 WIB Last Updated 2026-02-06T03:15:20Z


Sei Mangkei, Simalungun -
Secara aturan tata kelola perkebunan yang baik (Good Manufakturing Practices), Pabrik Kelapa Sawit (PKS) termasuk yang dikelola oleh PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo tidak diperbolehkan mengolah Tandan Buah Segar (TBS) mentah (Belum Matang) milik pihak ketiga. 


PKS memiliki standart teknis yang ketat mengenai TBS yang diterima, buah mentah memiliki kadar minyak rendah dan meningkatkan asam lemak bebas (ALB/FFA) yang merusak kualitas Crude Palm Oil (CPO). 


Mengolah TBS sawit mentah di pabrik kelapa sawit (PKS) membawa resiko serius yang merugikan baik dari sisi kualitas produk, efisiensi operasional maupun finansial. Minyak yang dihasilkan memiliki kualitas rendah, yang menyebabkan minyak mudah membeku pada suhu kamar dan menyulitkan transportasi. 


pantauan media, di Loading Ramp 45 atau tempat penampungan sementara dan titik awal penerimaan TBS sebelum diolah dan tempat penyortiran kualitas buah serta pengatur pasokan ke stasiun perebusan di PKS Sei Mangkei, banyaknya buah mentah diduga milik pihak ketiga yang diduga sengaja diterima oleh oknum Asisten Sortasi bernama Diki dan Maskep PKS Sei Mangkei. 


Diketahui buah TBS yang masih menghitam dan tidak berberondol diduga diterima oleh Asisten Sortasi, seharusnya TBS yang disuplai pihak ketiga dilakukan penyortiran secara ketat agar tidak terjadi penurunan kualitas rendemen, Oil Extraction Rate (OER)


Seharusnya Asisten Sortasi dan Maskep mengetahui bahwa mengolah buah mentah menyebabkan hilangnya hasil produksi TBS yang signifikan, dan mengakibatkan hasil rendemen TBS milik Kebun PTPN IV Regional 1 yang mensuplai ke PKS Sei Mangkei menurun dan mengakibatkan kerugian pada perusahaan secara finansial. 


Pemerhati BUMN Fernando Panjaitan, mengkonfirmasi kepada salah satu Asisten Sortasi yang bernama Diki dan Maskep melalui Via Whatsapp, mengapa TBS mentah milik pihak ketiga diterima dan diolah di PKS Sei Mangkei, namun hingga sampai berita ini dinaikan Asisten Sortasi dan Maskep malah memblokir WhatsApp dan memilih untuk  bungkam.


Fernando Panjaitan menduga bahwa ada kerjasama antara pemasok TBS pihak ketiga dengan Asisten Sortasi dan Maskep dalam penerimaan TBS Mentah, diduga Asisten Sortasi menerima gratifikasi dari pihak ketiga sehingga TBS mentah dapat diolah dan dicampur dengan TBS milik Kebun PTPN IV Regional 1.


“ kami mendesak Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) PalmCo, Jatmico Krisna Santosa mencopot Asisten Sortasi Diki dan Maskep PKS Sei Mangkei yang diduga menyebabkan kerugian perusahaan akibat banyaknya buah TBS mentah yang diolah di PKS Sei Mangkei,” tegas Fernando.


Hingga berita ini dimuat, Manager PKS Sei Mangkei dan Kepala Bagian (Kabag BPN) PTPN IV Regional 1 belum dapat dikonfirmasi terkait banyaknya buah mentah milik pihak ketiga yang diolah oleh PKS Sei Mangkei.

(GN)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Alamak ! Direktur PalmCo Diminta Copot Asisten Soal Menerima TBS Mentah

Terkini

Iklan